Kamis, 11 Agustus 2011

Makna Kehidupan ada di sebuah Gelas Kosong


Pada suatu hari, seorang dosen hendak bertanya pada murid-muridnya. Ia membawa sebuah gelas besar sebagai alat peraga untuk membantunya menyampaikan maksudnya. Dosen itu kemudian mengisi gelas besar itu dengan batu-batu yang agak besar, sehingga mencapai tinggi mulut gelas tersebut. Bertanyalah ia pada murid-muridnya, “Sudah penuhkah gelas saya?” “Sudah!” jawab murid-muridnya lantang.

Tetapi kemudian, ia mengambil batu-batu kerikil yang kecil, dan kembali ia tuangkan ke dalam gelas tadi. Batu-batu kerikil itu mengisi rongga-rongga yang dibuat oleh batu-batu besar tersebut. Sekali lagi dosen itu bertanya pada murid-muridnya,”Sudah penuhkah gelas saya?” Sekali lagi, murid-murid tersebut menjawab, ”Sudah penuh!”

Kemudian dosen tersebut menjawab dengan perlahan-lahan mengisikan pasir ke dalam gelas tersebut, dan pasir tersebut mengisi rongga-rongga yang masih ditinggalkan oleh batu besar dan kerikil. Sehingga terlihat lebih penuhlah gelas tersebut. Sekali lagi ia bertanya, ”Sudah penuhkah gelas saya?” Murid-murid hanya bisa tertegun kaget, tidak menyangka gelas tersebut akan diisikan oleh pasir. Lagi-lagi mereka menjawab dengan penuh keyakinan, ”Sudah! Kali ini pasti sudah penuh.”

Kemudian, si dosen mengambil segelas air, dan menuangkannya ke dalam gelas yang telah berisi batu besar, kerikil, dan pasir. Air mengalir perlahan, mengisi kekosongan yang ditinggalkan bahkan oleh pasir sekalipun. Tertegunlah murid-murid, rupanya gelas baru penuh setelah diisikan air.

Dahulukan Batu Besar
”Gelas ini adalah hidup kita,” kata si dosen menjelaskan. ”Batu-batu besar tersebut, adalah hal-hal yang kita anggap paling penting dalam hidup kita ini. Batu-batu ini akan memerlukan perhatian ekstra, prioritas ekstra, dan tenaga ekstra. Maka kita harus mendahulukan batu-batu besar tersebut dalam hidup kita ini,” sambung si dosen. ”Jikalau kita meletakkan batu kerikil atau pasir terlebih dahulu dalam gelas kita, maka tidak akan ada tempat yang tersisa dalam gelas ini, dan selamanya batu besar itu akan berada di luar gelas(hidup) kita ini,” katanya lagi.

Apakah yang dimaksud dengan batu besar itu? Keluarga adalah contoh yang paling baik. Orang-orang yang kita cintai dalam hidup kita. Janganlah mendahulukan pekerjaan, hobi, ataupun uang daripada mereka. Selamanya, keluarga kita akan berada di luar gelas kehidupan kita. Sudah sering terjadi contoh kasus nyata, seberapapun suksesnya kita, akan menjadi kekosongan dan kehampaan belaka, bila keluarga kita berantakan, bila kita tidak pernah punya waktu untuk bersama-sama dengan mereka. Justru, bagi orang-orang sukses yang telah memiliki harta segudang, kebahagiaan terbesar adalah saat mereka bisa kembali rukun dan hidup bahagia bersama orang-orang yang paling mereka cintai.

Rongga-rongga dalam Gelas
Sering kali, kita sudah merasa gelas kita sudah penuh, tetapi sesungguhnya gelas tersebut masih mempunyai banyak rongga kosong yang bisa kita isi. Sama seperti waktu dalam kehidupan kita. Seringkali kita merasa jadwal kita sudah penuh, dan tidak bisa diisi apa-apa lagi. Keadaan seperti itu sama seperti keadaan gelas yang baru diisi dengan batu besar dan kerikil. Kita tidak memanfaatkan kekosongan ruang (rongga) yang terbentuk oleh batu besar dan kerikil untuk mengisinya dengan pasir dan air.

Dengan mengabaikan rongga-rongga itu, kita telah membuang banyak kesempatan dan hal-hal lain yang sebenarnya masih bisa kita lakukan di antara hal-hal penting dan utama dalam keseharian kita. Kita tidak memanfaatkan gelas tersebut secara maksimal.

Hal yang nyata mungkin bisa dijadikan contoh, adalah seseorang yang terlalu malas untuk mengembangkan dirinya selagi ia memiliki banyak waktu luang. Katakanlah, seseorang yang masih kuliah. Ia belajar dengan baik dan selalu menyempatkan waktu untuk keluarga. Ia melakukan hal yang benar dengan menempatkan batu-batu besar dan kerikil terlebih dahulu. Tetapi, bagaimana dengan rongga-rongganya ? Sebetulnya ia masih bisa mengisi waktu yang ia punya dengan kegiatan yang lebih positif, ia bisa mengajar, ia bisa ikut kegiatan ekstra-kurikuler, ia bisa mengembangkan diri, belajar lagi, dan segudang hal positif lain yang bisa ia lakukan. Tetapi, ia tidak mau mengisi rongga-rongga tersebut, entah karena ia memang tidak mampu melihat rongga-rongganya, ataukah karena kemalasan semata. Setelah beberapa tahun berlalu, ia mungkin baru akan menyadari hal tersebut, dan yang tersisa hanyalah penyesalan semata.

Selagi masih ada waktu dan kesempatan, seberapa kecil pun itu ataupun kita pikir sudah terlambat, cobalah untuk terus mengisi gelas kehidupan kita sampai penuh. Cobalah lihat kembali jadwal rutinitas kita, hal-hal apakah yang sesungguhnya masih kurang dari kita, dan yang ingin kita lakukan, untuk membuat hidup kita ini ’penuh’.

Ingatlah, kesuksesan yang sesungguhnya, hanya bila kita mampu meletakkan batu besar, kerikil, pasir, dan air dalam gelas kehidupan kita dalam urutan yang benar, dan sampai ’penuh’.

"I don't want to get to the end of my life and find that I have just lived the length of it. I want to have lived the width of it as well."
~ Diane Ackerman

-inspiration of the journey-

Bingung juga jadi penulis di blogger ya (Nervous cuii >.<  soalnya tulisan pertama). Jadi ya aku putusin buat nulis keindahan alam indonesia aje. Chek it out 19 keindahan alam indonesia, mudah-mudahan bisa kesana nih......

1. Gunung Rinjani, NTB

Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, sampai mahasiswa pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.

2. Pulau Komodo, NTT

Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).

3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat

Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya.

4. Kawah Ijen, Jawa Timur

Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.

5. Carstensz Pyramid, Papua

Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.

6. Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.

7. Gunung Bromo, Jawa Timur

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

8. Gunung Kelimutu, NTT

http://koranbaru.com/wp-content/uploads/6a83_danau-kelimutu2.jpg
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya.
Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

9. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

10. Danau Toba, Sumatera Utara

Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau vulkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

11. Baluran, Jawa Timur

http://www.rian-aditya.com/wp-content/uploads/2009/02/baluran2.jpg
Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

12. Pantai dreamland, Bali

Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.

13. Danau Gunung Tujuh, Jambi

Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.

14. Green Canyon, Jawa Barat

Green Canyon menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara sungai, lembah hijau, hutan lindung, dan aneka stalaktit-stalakmit. Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi. Green Canyon mulai dikembangkan pada tahun 1989.

15. Danau Sentani, Papua

Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Landskap Danau Sentani dengan gugusan pulau di tengahnya merupakan salah satu yang terindah di Indonesia.

16. Goa Gong, Jawa Timur

Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.

17. Pegunungan Karst Bantimurung, Sulawesi Selatan

Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.

18. Pulau Belitung, Bangka Belitung

Pulau indah, pemandangan unik pantai pasir putih asli dihiasi batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal, dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil.

19. Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”